Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label WMF

Table Manner for Kids

Oleh: Winda Maya Frestikawati nners begin at home. Kids are natural mimics who act like their parents despite every effort to teach them good manners.” Secara alami anak akan meniru perilkau orang tuanya, daripada melakukan hal-hal baik yang diajarkan oleh orang tuanya.Hal ini mencari tugas besar orang tua untuk bisa menjadi orang tua yang baik bagi anak-anaknya. Alih-alih mencari bagaimana cara atau kurikulum yang cocok untuk anak, lebih baik langsung memberikan contoh yang baik melalui perilaku sehari-hari pada anak, karena akan menjadi role model anak. Langkah pertama untuk membangun keluarga adalah menyiapkan satu tempat di dalam rumah yang nyaman sebagai tempat untuk saling berbagi, menukar ide, bercengkrama, dan belajar. Dapat dilakukan di ruang keluarga, ruang belajar, atau ruang makan. Umumnya saat ini saat keluarga berkumpul semua memegang gadget, hadir secara fisik di rumah tetapi jiwanya tidak hadir untuk keluarga. Tidak ada gadget di tempat favorit kelu...

Rumah Peradaban, :)

Oleh: Winda Maya Frestikawati Diskusi pada hari Rabu, 25 September 2014 kemarin, memiliki topik   Memaknai Rumah sebagai Basis Peradaban,  dengan subtopik Makna belajar, peran orang tua dan lingkungan . Dipimpin langsung oleh Bunda Septi Peni Wulandani, diskusi kali ini lebih kepada hal teknis pada pelaksanaan  home education. Bakat setiap anak berbeda- beda dan unik. Tugas orang tua adalah mengeluarkan bakat alamiah anak sampai menjadi hal produktifnya di masa depan. Tahap yang perlu dilakukan orang tua hingga menemukan bakat unik anak antara lain : Usia 0-7 tahun ajaklah anak-anak untuk kaya akan wawasan. Pebanyak mengenal ayat-ayat Allah yang tersebar di muka bumi. Berikan hal wajib yang tertulis di Al Qur’an dan Al Hadist. Contohnya : Disana tidak ada perintah sekolah, melainkan yang ada adalah Iqra’ dan Thalabul Ilmi. Sekolah adalah salah satu cara, bukan satu-satunya cara. Tahapan anak kaya wawasan adalah iman, akhlak, dan adab. Maka sarana men...

Mendidik Anak ala Rasulullah

Oleh: Winda Maya Frestikawati Dari Ibnu Abbas  radhiyallahu ‘anhu , ia berkata : Rasulullah shallallahu ‘alayhi wa sallam bersabda,”Ajarilah, permudahlan, jangan engkau persulit, berilah kabar gembira, jangan engkau beri ancaman. Apabila salah seorang dari kalian marah, hendaknya diam.” (Diriwayatkan oleh Ahmad dan Bukhari dalam kitab al Adab al Mufrad) Berbagai metode pendidikan dapat disimpulkan dari hadist-hadist Nabi shallallahu ‘alayhi wa sallam  dan perilaku sosial beliau kepada anak-anak. Selain itu, dari dialog langsung yang beliau lakukan kepada anak-anak atau kepada para bapak tentang cara memperlakukan anak-anak mereka. Banyaknya metode Islam ini dapat dipakai oleh para orang tua dan pendidik untuk diterapkan dalam setiap aspek kehidupan anak, baik dari sisi akal maupun kejiwaannya. Karena metode inilah yang nantinya menerangi jalan mereka, mempersembahkan berbagai solusi untuk permasalahan-permasalahan yang mereka hadapi dalam memba...

Pendidik Sukses :) Orangtua Sukses!

Oleh: Winda Maya Frestikawati Ada karakter-karakter mendasar yang apabila seorang pengajar memilikinya, maka akan banyak membantunya dalam melakukan aktivitas pendidikan. Kesempurnaan manusia hanya dimiliki oleh para rasul ‘alayhimussalam. Tetapi setiap orang boleh berusaha sekuat tenaga dan melatih diri untuk bisa memiliki akhlak yang baik dan sifat-sifat yang terpuji. Terlebih lagi apabila dia menjadi teladan dalam dunia pendidikan yang diperhatikan dan ditiru oleh generasi baru bahwa dia adalah guru dan pembimbing mereka. Berikut ini adalah karakter-karakter yang seharusnya dimiliki oleh seorang pendidik. Semoga Allah memberikan taufik kepada kita semua agar dapat memiliki sifat-sifat tersebut. #Tenang dan tidak terburu-buru. Rasulullah Shallallahu ‘alayhi wa sallam  bersabda kepada Asyaj bin Abdil Qais, “Sesungguhnya pada dirimu terdapat dua perkara yang dicintai Allah, tenang dan terburu-buru”. Diriwayatkan oleh Muslim dari Ibnu Abbas. #Lembut da...

Komunikasi Produktif

Oleh: Winda Maya Frestikawati Kuliah Perdana diawali dengan materi dasar yang paling krusial dalam kehidupan berumah tangga yaitu komunikasi. Komunikasi yang terhambat antar anggota keluarga dapat berakitbat renggangnya ikatan kekeluargaan, sebaliknya komunikasi yang produktif dapat menguatkan bonding keluarga. The Magic Communication 1. Fokus pada solusi bukan Masalah Ketika anak atau diri mulai salah, fokus pada solusi dulu bukan masalah yang dihadapi. contoh : Suatu waktu anak memecahkan gelas kesayangan anda. Saat anak belajar membawa gelas lagi pada hari lain, bukan diingatkan pada masalah yang dihadapi anak kemarin yaitu memecahkan gelas, biasaya orang tua bilang hal berikut “hati-hati kemarin pecah lho gelasnya nak”, tapi bicarakan solusinya “nak kalo kali ini kamu mau bawa gelas, fokus ya nak bawa gelasnya, konsentrasi dan pegangnya yang kuat ya nak”. Jangan diingatkan pada kegagalannya. Jika nanti pecah lagi tidak apa-apa, nanti dicoba lagi. Janga...

Home Education (1)

Oleh: Winda Maya Frestikawati Pekan lalu saya dan suami berkesempatan mengikuti sebuah seminar parenting yang diselenggarakan oleh Institut Ibu Profesional Bandung, seminar tentang  Home Education   yang bertajuk “ Pendidikan berbasis Potensi dan Akhlak bersama Keluarga dan Komunitas ” diisi oleh pakar home education yaitu Bapak Harry Santosa (founder MLC sekaligus praktisi HE sejak 1994) dan Bunda Septi Peni Wulandani (founder IIP sekaligus praktisi HE sejak 1996). Sebagai pasangan suami istri baru, banyak ilmu baru yang kami dapatkan dari kegiatan ini, mulai dari konsep  home education  sampai hal teknisnya. Dari kegiatan ini, panitia menginisiasi sebuah group yang langsung dibimbing oleh kedua pakar tersebut. Semoga jalan mencari ilmu untuk memantaskan diri memenuhi hak anak kami nanti, yaitu  mendapatkan ayah dan ibu yang baik , dipermudah oleh Allah SWT, Aamiin yaa rabbal ‘alamin. Oke kita mulai paparkan dari catatan-catatan penting dari seminar dan...

Magic Communication in Parenting

Oleh: Winda Maya Frestikawati Ibu Profesional adalah seorang ibu yang memahami anak dan keluarganya dengan sangat bagus, bisa produktif dan mandiri secara finansial tanpa harus meninggalkan anak-anak dan keluarganya, cekatan dalam menyelesaikan tantangan keluarga dan dirinya serta punya semangat berbagi untuk mengajak ibu dan calon ibu yang lain, mengikuti jejak suksesnya. Institut Ibu Profesional adalah tempat belajarnya para ibu yang ingin menjadi profesional di bidang pendidikan anak dan keluarga. Kali ini founder Institut Ibu Profesional, Ibu Septi Peni Wulandari hadir di Bandung untuk berbagi ilmu-ilmu dalam keluarga. Berikut beberapa rangkuman kuliah umum ini. Komunikasi adalah hal terpenting dalam berkeluarga. Melalui komunikasi masing-masing anggota dapat menyampaikan ide dan gagasan, menyampaikan berbagai hal yang dirasakan, menyampaikan solusi dan lain sebagainya. Kunci mendidik anak – anak adalah memberikan contoh melalui perilaku, langsung praktik, jangan hanya melalui...