Langsung ke konten utama

RESUME KULWAP HEbAT NASIONAL Materi #4 W/ Ibu Septi Peni W

RESUME KULWAP HEBAT NASIONAL

➖➖➖➖➖➖➖➖➖

Narsum: Ibu Septi Peni W

9 September 2016

FKPA

🍁🍀🍁🍀🍁🍀🍁🍀🍁

Materi Pokok#4

*Tekhnik Pendidikan Pre Aqil Baligh 0-7thn*

Subject Matter Expert (SME):

*Bunda Septi Peni Wulandani*

Founder IIP sekaligus praktisi HE sejak 1996

🍁🍀🍁🍀🍁🍀🍁🍀🍁

Pada anak usia 0-7 tahun, anak dibuat kaya wawasan. Memperkaya wawasan berbeda dengan menjejalkan (outside in).

Memperkaya wawasan dalam perspektif pendidikan berbasis fitrah adalah dengan keyakinan bahwa tiap anak sudah memiliki fitrah belajar, konsep-konsep dasar berpikir, sehingga mampu menalar. Tugas kita sebagai orang tua adalah menyadarkan anak-anak dengan menginspirasi, menunjukkan, mengencourage dstnya, sehingga mereka akan belajar dengan sendirinya. Istilahnya kerennya, “dont too much teaching, but more learning”.

Usia 0-2 tahun adalah masa anak-anak mengikat bonding fisik dan psikis dengan kedua orangtuanya, terutama ibu yang menyusui. Kita boleh menganggap anak-anak sebagai seorang bayi "hanya" di usia ini (0-2 tahun). Mengapa ditekankan "hanya" karena banyak diantara kita memperlakukan anak-anak di bawah 5 tahun (balita) sebagai bayi, contohnya : semua serba dibantu.

Usia 0-2 tahun hak anak adalah mendapatkan makanan terbaik untuk fisiknya yaitu ASI, maka penuhilah secara tuntas. Sambil menyusui selalu masukkan harapan anda dari lubuk hati yang terdalam.

Ayah jangan lewatkan moment ini, ikutlah berpartisipasi aktif bermain dengan anak-anak usia 0-2 tahun. Berikan sentuhan kasih sayang ke anak, ajaklah mereka bicara menjelang tidur, tanamkan value keluarga anda kepada anak-anak sedini mungkin.

Memasuki usia 2-7 tahun (thufulah) saatnya kita menanamkan ketauhidan dengan sangat kuat. Di usia inilah (2-7th) anak-anak sedang membangun pola, maka jangan sampai salah. Berikan teladan yang benar. Hati-hati jangan sampai anak-anak gagap value di usia ini. Antara apa yang anda katakan dengan apa yang mereka lihat. Apabila anak-anak usia 2-7 th melakukan kesalahan, tidak bisa kita biarkan, harus segera dibetulkan saat itu juga, karena itu masa pembentukan pola. Di usia ini orang tua harus tegas, karena itu masa pembentukan, semakin bertambah usia makin longgar.

Panduan teknis untuk mengembangkan fitrah anak di usia 0-7 tahun yaitu:

a. Fitrah Keimanan : mulailah mengenal Allah s.w.t dan menikmati segala kebesarannya

b. Fitrah Belajar : kuatkanlah bahasa ibu anak-anak serta explored isi alam ini dengan kegiatan bermain bersama di alam

c. Fitrah Bakat : tour de talent, gunakan waktu anda untuk melihat segala macam bakat yg diberikan Allah ke setiap orang, sehingga fitur unik ini digunakan untuk menjalankan misi hidupnya. Explore bakat anak.

Salah satu contoh dengan mengajak anak untuk melihat keanekaragaman bakat/profesi yang ada di muka bumi ini, agar mereka kaya wawasan, sehingga kaya akan mimpinya untuk masa depan

d. Fitrah Perkembangan: Gunakanlah pola rasul dlm menguatkan fisik anak, mulai pola makan, pola tidur, pola OR dll

======================

*Membangun Pola*
1⃣ Bunda Lani (Kendari)
dan Ayah Lucky (Malang)

Assalamu 'alaikum.. Disebutkan bahwa usia 2-7 th sdg membentuk pola, jd kalau berbuat salah tidak boleh didiamkan. Supaya tdk gagap nilai. Namun bukankah pd usia ini anak blm memiliki kewajiban moral?
1. Mohon penjelasan bagaimana batasan dan bgmn penerapannya?
2. Kesalahan apa yg hrs kita tindaki dan kita toleransi?
3. Pola seperti apa yg dibangun (diutamakan lbh dahulu) terutama umur 2-3 tahun yg masih transisi dan komunikasi jg masih belum komunikatif?

1⃣ wa'akaykumsalam bunda lani di kendari dan ayah lucky di malang. Anak-anak usia 2-7 th itu yang kami lakukan adalah penguatan IMAN dan AKHLAK. Dari sisi IMAN kami menguatkan rasa cinta dengan RabbNya yang sudah mereka bawa sejak lahir. Sedangkan di urusan AKHLAK kami memberikan teladan, Rasulullah dan kisah orang-orang di muka bumi ini yang selalu memiliki moral character yg  sama. Sehingga anak-anak akan makin memperkuat pola yg mereka miliki ttg konsep IMAN dan AKHLAK. Memang benar mereka belum memiliki kewajiban moral, tapi anak-anak ini sedang menanamkan konsep moral yg baik dan benar. Sehingga tidak boleh salah, harus konsisten.

Kesalahan yg berkaitan dg iman, value dan moral character harus segera diluruskan.  Sedangkan kesalahan yg berkaitan dg proses belajar masih bisa ditoleransi. Shg muncul  kalimat
*It's ok to make mistakes as long as I learn from my mistakes" ✅

*Bullying*
2⃣ Bunda Neneng (Bandung) dan Bunda Ninis (Gresik)

Di lingkungan komplek ada anak usia 4/5 thn an senaaang pisan ngebully, ngejekin misal pas alula (2 thn) lagi anteng diem diteriakin " Lula jelek kayak bebek" nah kadang saya yg panas.
-------------------
Bismillah, ibu septi perkenalkan sy ibu dr seorang putra  usia 2 th 9 bln. Kami tinggal di kampung dg banyak anak kecil dan latar belakang orangtua yg berbeda2. Ketika anak2 bermain bersama sering ada kejadian memukul dan dipukul. Akhirnya nangis. Sy berusaha mengajarkan saling meminta maaf, dan melanjutkan main lagi. Tapi ada jg ortu yg kekeuh harus minta balas memukul. Biar lega katanya. Terlepas dr kejadian ini, lama kelamaan sy mendapati anak sy nangis gulung2, ketika ndak cocoki keinginanya. Bahkan kok kadang tiba tiba jail ke org lain.

1. Apa yg perlu saya lakukan? sejauh ini saya baru gendong dede menjauh dan tidak bergaul dengan anak yg suka membuli.
2. Bagaimana sy harus menanggapi anak dan lingkungan sy?
3. Fitrah apa yg harus di "inside out" kan diusia ini shg nti bisa lbh baik di usia berikutnya?

Terima kasih bu septi 🙏

2⃣ Bunda Neneng dan bunda Ninis, bully dan membully ini sebenarnya berkaitan dengan "rasa percaya diri anak" dan "moral character yang tertanam dalam dirinya. Sehingga untuk menghadapi anak yg membully anak lain, bunda harus bisa
1⃣menerima kondisi anak saat ini, tidak menolaknya shg jengkel.
2⃣ memaafkan dan mengajaknya berdialog ttg apa yg mereka lakukan
3⃣ berikan peran untuk berbuat baik
4⃣ lupakan kesalahannya, jangan diungkit-ungkit.

Sedangkan untuk anak yg dibully, jangan buru-buru ditolong, berikan kesempatan untuk menyelesaikan urusannya sendiri, sambil setiap hari kita ajak berdialog. Unt melihat progressnya seperti apa. Kemudian naikkan rasa percaya diri anak. Agar dia mampu membalas dg satu alasan membela kebemaran terlebih dahulu. Setelah itu masukkan value, apabila kamu dalam posisi kuat, bisa membalas dan akhirnya kau maafkan, maka itu kemuliaan yg tiada terkira.

Semua fitrah penting untuk diatimulus di semua usia✅

*Adab, Aturan, Disiplin*
3⃣ Bunda Inggil (Bekasi), bunda Irfa, (Citayam, Bogor), bunda Arie (Bandung)

Di usia 2-7 tahun orangtua harus tegas karena merupakan masa pembentukan. Tegas disini bagaimana ya, kami di rumah punya banyak peraturan dan adab. Seperti aturan saat main di luar rumah, adab bertamu, adab makan, aturan penggunaan gadget, aturan jajan dan perjanjian2 lainnya. Di sisi lain saya khawatir anak jadi tertekan secara mental.
---------------
Anak saya usia 5 th . Dr awal kami sdh utk pendidikan kami sdh tdk mengikuti skolah formal. Sejauh ini mmg sy mlihat nya sdh cukup mandiri dan percaya diri.
------------------
Assalamu'alaikum bu septi.
Di usia 2-7 tahun anak sudah mulai dikenalkan dg adab dan akhlak, seperti makan dan minum sambil duduk. Pada usia 4 tahun biasanya anak mengerti tapi belum bisa konsisten melakukannya.

1. Bagaimana mensiasati agar adab dan peraturan yang ada menjadi habbits baik yang ringan dijalankan? Jazakumullah 🙏🏽
2. Utk menerapkan  disiplin waktu pada anak usia tsb bagaimana ya bun?
3. Apakah pengajaran adab dan akhlak di usia ini harus benar2 ditegakkan (harus benar2 duduk saat makan) atau pemberian pengertian dengan sedikit kelonggaran?

Terimakasih

3⃣ Bunda inggil, bunda Irfa dan bunda Arie,

Tegas disini adalah *KOMITMEN* pada kesepakatan yg sudah diambil bersama anak. selanjutnya *KONSISTEN* untuk bisa dilakukan setiap hari. Apabila melewati kedua hal tsb maka jarus sanggup menerima *KONSEKUENSI*

Sehingga jangan terlqlu banyak diberikan peraturan yg dibuat oleh orangtuanya. Melainkan harus melatih anak  memperbanyak aturan yg dibuat dirinya sendiri. Belajar berkomitmen dg hal tsb

*STIMULUS ➡ THINKING ➡RESPON*

Ini prinsipnya. Tapi jangan terlalu saklek. Misal untuk adab makan, intinya sambil duduk, pakai tangan kanan, baca doa. Maka buatlah suasananya semeriah mungkin shg anak suka. Boleh pakai daun, boleh pakai piring, boleh botram dll. ✅

Postingan populer dari blog ini

Hati ini milik Allah... <3

Hai hati, apa kabarmu hari ini? Aku berharap engkau sebaik yang aku inginkan... Bahkan lebih dari itu... Nice! I got my true feelings... Im hurt. Cause this missing piece. Hey, you over there, have you feel the same feelings like me? Sudahhh... Aku memang perlu untuk harus menganggap waktu dan jarak hanya sekedar angka. Bukan lagi sebagai kerangka yang membuatku semakin tua dalam hitungan angka itu, kan? Sisa waktu long distance semakin tipis saja, itu tandanya temu akan segera tergapai. Tapi jangan lupakan... Itu pula tanda long distance relationship ini semakin lama kita nikmati. Sebagaimana roti yang harus kita nikmati dengan selainya, entah coklat, susu, kacang, atau sekedar madu. Begitupula hubungan ini. Hak sepenuhnya ada di tanganmu, sayang. Harapku tak rumit. Hanya inginkan semua baik-baik saja, sampai berujung temu yang bukan sekedar harapku. Tapi juga harapmu. So? Will you go in chance make it come true? Or you just wanna make it enjoy by your side only? Entahlah. Hati in...

RESUME KULWAP HSMN YOGYAKARTA W/ Maya DwiLestari

&#127801;&#127801;NOTULENSI KULWAP HSMN YOGYAKARTA&#127801;&#127801; &#127810;➖➖➖➖➖➖➖&#127810; &#128197; Hari / tanggal: Rabu, 28 September 2016 ⏰ Waktu: 19.30-20.30 &#128100; Narasumber : Maya Dwilestari (Ummu Jita) &#128218; Tema : Catatan Penting Melaksanakan Homeschooling &#127908; Moderator : Andhita Nur Suryantini &#128221; Notulensi : Ayu Kinanti Dewi &#127801;&#127801;&#127801;&#127801;&#127801;&#127801;&#127801;&#127801; Profil Narasumber  Nama: Maya Dwilestari TTL: jkt, 18/05/1981 Alamat: klender, jaktim Aktivitas: irt, hs Status: menikah, 3 anak &#127801;&#127801;&#127801;&#127801;&#127801;&#127801;&#127801;&#127801; *MATERI:* Naik-turun menjalankan HS/HE merupakan bagian dari proses HS/HE itu sendiri. Buatlah sebuah panduan penting, agar keluarga HS/HE tetap ingat dan bersemangat menjalankan proses HS/HE mereka. Berikut catatan saya, yang saya ambil d...

REVIEW I CHALLENGE LEVEL I -- KOMUNIKASI PRODUKTIF

* _ Review Tantangan 10 Hari _ * _ Materi Bunda Sayang #1 : _ _ Institut Ibu Profesional _ * KOMUNIKASI PRODUKTIF * Pertama, Kami ucapkan selamat kepada teman-teman yang telah melampaui tantangan 10 hari dalam berkomunikasi produktif, dinamika yang terpancar dalam tantangan 10 hari ini sungguh beragam. Mulai dari memperbincangkan hal teknis sampai dengan tantangan nyata komunikasi kita dengan diri sendiri, dengan pasangan dan dengan anak-anak. Mungkin beberapa diantara kita tidak menyadari pola komunikasi yang terjadi selama ini, tetapi setelah mengamati dan menuliskannya selama 10 hari berturut-turut dengan sadar, baru kita paham dimana titik permasalahan inti dari pola komunikasi keluarga kita. * KOMUNIKASI DENGAN DIRI SENDIRI * Dari “TANTANGAN 10 HARI” sebenarnya kita bisa melihat pola komunikasi dengan diri kita sendiri, bagaimana kita memaknai satu kalimat di atas. Limit yang kita tentukan bersama di tantangan ini adalah 10 hari, maka kita bisa melihat masuk kat...