Langsung ke konten utama

Agar Tak Tertipu Persepsi Diri Sendiri

Oleh: Mohammad Fauzil Adhim

Mari sejenak kita tundukkan hati seraya berdo'a dengan penuh kesungguhan:
" ﺍﻟﻠﻬُﻢَّ ﺃَﺭِﻧَﺎ ﺍﻟﺤَﻖَّ ﺣَﻘّﺎً ﻭَﺍﺭْﺯُﻗْﻨَﺎ ﺍﻟﺘِﺒَﺎﻋَﺔَ ﻭَﺃَﺭِﻧَﺎ ﺍﻟﺒَﺎﻃِﻞَ
ﺑَﺎﻃِﻼً ﻭَﺍﺭْﺯُﻗْﻨَﺎ ﺍﺟْﺘِﻨَﺎﺑَﻪُ "
"Ya Allah, tunjukkan kepada kami bahwa yang benar itu benar dan berikanlah rezeki kepada kami kemampuan untuk mengikutinya. Dan tunjukkan kepada kami bahwa yang salah itu salah, dan berikan rezeki kepada kami kekuatan untuk menjauhinya."

Inilah do'a untuk memohon kepada Allah Ta'ala penjagaan dari mempersepsi kebatilan sebagai kebenaran. Kita berlindung dari salah persepsi. Maka bagi seorang mukmin, do'a ini juga peringatan bagi diri sendiri agar tidak memperturutkan persepsi. Harus senantiasa kita uji. Kita memohon petunjuk dari Allah Ta'ala dan kekuatan agar tak terperosok dalam ghurur (terkelabuinya diri) dari menyangka bahwa yang penting dari segala sesuatu adalah bagaimana kita mempersepsi.

Dalam do'a ini, kita justru memohon agar tak tertipu oleh persepsi. Jika mereka berkata yang penting bagaimana kita mempersepsi, maka do'a ini mengajarkan agar kita berhati-hati dari mengikuti persepsi. Jika mereka mengajarkan, persepsi adalah realitas. Maka, dalam do'a ini kita justru belajar agar tak salah memahami realitas. Jika hakekat sesungguhnya dari realitas itu bathil, maka kita perlu berjuang mengubah realitas. Mengubah persepsi tak mengubah hakekat. Mengubah persepsi terhadap keburukan tidak mengubah keburukan jadi kebenaran. Ia hanya mengubah keyakinan kita sehingga rabun kebenaran. Maka, sebagai konsekuensi dari do'a kepada Allah Ta'ala, kita perlu senantiasa berusaha mengilmui agar tidak tertipu oleh persepsi diri. Kita juga perlu berjuang dengan sungguh-sungguh agar tak mudah mengikuti pendapat dari kebanyakan manusia.

Ingatlah kata aktsaruhum ( ﺃﻛﺜﺮﻫﻢ kebanyakan dari mereka) dalam Al-Qur'an selalu diikuti oleh sifat buruk. Misal: aktsaruhum la ya'qilun. Contoh lain: aktsaruhum la yasykurun (kebanyakan manusia tidak bersyukur). Aktsaruhum la ya'lamun (kebanyakan mereka tidak mengetahui). Dalam do'a tersebut, kita juga memohon rezeki kepada Allah Ta'ala untuk dimampukan mengikuti kebenaran. Menjalankan secara serius. Betapa banyak orang yang mengetahui kebenaran, tetapi justru berjalan menjauhinya. Maka, kita memohon kekuatan kepada Allah Ta'ala. Kita juga memohon kepada Allah Ta'ala agar ditunjukkan bahwa yang batil itu batil sekaligus memohon rezeki berupa kemampuan menghindari. Sekali lagi, ini semua pelajaran penting bagi kita agar tak tertipu oleh persepsi kita. Bukan persepsi yang terpenting kita kelola. Kita harus tak putus-putus memohon petunjuk dan belajar mengilmui agar mengetahui hakekat kebenaran, Al-Qur'an dan As-Sunnah Ash-Shahihah panduannya.

Semoga catatan sederhana ini bermanfaat. Semoga kita tidak terperosok ke dalam golongan yang terkelabui oleh persepsi diri sendiri.

Repost: Onna
@homey, 210515 12:37

Postingan populer dari blog ini

Hati ini milik Allah... <3

Hai hati, apa kabarmu hari ini? Aku berharap engkau sebaik yang aku inginkan... Bahkan lebih dari itu... Nice! I got my true feelings... Im hurt. Cause this missing piece. Hey, you over there, have you feel the same feelings like me? Sudahhh... Aku memang perlu untuk harus menganggap waktu dan jarak hanya sekedar angka. Bukan lagi sebagai kerangka yang membuatku semakin tua dalam hitungan angka itu, kan? Sisa waktu long distance semakin tipis saja, itu tandanya temu akan segera tergapai. Tapi jangan lupakan... Itu pula tanda long distance relationship ini semakin lama kita nikmati. Sebagaimana roti yang harus kita nikmati dengan selainya, entah coklat, susu, kacang, atau sekedar madu. Begitupula hubungan ini. Hak sepenuhnya ada di tanganmu, sayang. Harapku tak rumit. Hanya inginkan semua baik-baik saja, sampai berujung temu yang bukan sekedar harapku. Tapi juga harapmu. So? Will you go in chance make it come true? Or you just wanna make it enjoy by your side only? Entahlah. Hati in...

Day-2 Gaya Belajar Anak

Day-2 Mengenal Gaya Belajar Anak Yeeeaaaii, hari ini hari kedua challenge dan masih di luar kota... mungkin bakal edisi luar kota terus nih episode challenge kali ini. Ichan adalah anak yg 'lumayan' lama dikit proses penyesuaian dirinya... tidak terbiasa dengan lingkungan baru yg serba mendadak. Pastilah rewel dulu sebelum dia bisa haha hihi berbaur dengan yg lain... Ichan lebih mudah berbaur dengan lingkungan baru ketimbang dengan orang baru. Bagi Ichan lingkungan baru ketika penyesuaian diri completed maka segalanya adalah surga keponya. Namun orang baru akan lebih lama lagi proses penyesuaiannya... apa yaaa yg bisa bikin ichan cepat berbaur? Yaaa, susu kotak atau kerupuk. Pasti deeh sukses bikin ichan cepet mau mainan sama temennya klu temennya bawa salah satu di antara 2 makanan ini. &#128514; Oke. Hari ini kami cuma males² an di rumah... aktifitasnya cuma sekedar bantu bunda masak (potong² dan masukkan potongan sayur sop ke dalam baskom plus ngeberantakin), lalu la...

Terimakasih

Terimakasih Ucapan yang di sampaikan atas dasar kebaikan yang telah seseorang berikan kepada kita, baik berupa pertolongan maupun pemberian. Namun jarang sekali menemui seseorang berterimakasih atas dasar perlakuan buruk seseorang kepada kita ya? Boro-boro bilang makasii, melipir sambil diem aja udah untung yesh. :p Padahal pada dasarnya semuanya baik. Kenapa dasarnya baik? 👇 Misal aja nih... Bisa jadi kita meminta kepada Allah agar kita memiliki hati yang lapang dan ikhlas. Ndak mungkin donk kalau kita ujug² ikhlas dan berhati lapang kalau ndak di kasih 'pelajaran-pelajaran' berharga dulu dari ujian kehidupan? Ibaratnya harapan² itu seperti berlian, pastilah kelihatan berkilau baik ketika sudah di tempa panas maupun belum. Namun ketika sudah di tempa panas, bentuknya akan lebih cantik lagi... lebih berkilau lagi... dan pastinya lebih bernilai tinggi. Kalau kata paksu, niat itu nilainya 1. Dan kalau di aktualiasi jadinya bernilai 10. . Niat kita agar hati kita lapang d...